Nasional

Divonis Penjara Buni Yani Ajukan Banding

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, secara resmi menjatuhkan vonis penjara selama 1 tahun 6 bulan kepada Buni Yani. Vonis tersebut diberikan karena dirinya telah terbukti melakukan pelanggaran Undang-undang tentang informasi dan transaksi elektrik. Ia dinyatakan bersalah karena telah mengubah atau mengedit video pidato Basuki Tjahaja Purnama di kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

“Dengan ini, pengadilan menyatakan terdakwa Buni Yani telah terbukti bersalah karena telah melakukan tindak pidana yang tertulis pada Pasal 31 ayat 1 UU ITE. Beliau sudah terbukti sudah mengubah, menambah, mengurangi suatu informasi atau dokumen elektronik milik orang lain atau publik secara sengaja dan melawan hukum.” Kata Ketua Majelis Hakim di gedung perpustakaan dan arsip badung pada hari selasa(14-11-2017).

Apakah Vonis yang diterima Buni Yani Sesuai?

Vonis yang diterima Buni Yani sebenarnya masih tergolong ringan, karena pada mulanya Jaksa Penuntut Umum meminta vonis penjara selama 2 tahun ditambah denda sebesar 100 juta rupiah.

Kesesuaian Vonis yang diterima Buni Yani

Padahal, hukuman bagi pelanggaran pasal 32 ayat 1 UU ITE dijelaskan pada pasal 48 yang berbunyi “setiap orang yang melanggar ketentuan yang tertulis pada pasal 31 ayat 1, maka akan dipidanakan paling lama 8 tahun serta denda paling banyak 2 milyar rupiah.”

Mendengar tuntunan Jaksa Penuntut Umum, Buni Yani memberikan tanggapan bahwa tuntunan tersebut adalah sebuah bentuk kezaliman dan sama sekali tidak memegang asas keadilan. Ia juga tidak pernah menyangka kalau sebuah postingan pada akun Facebooknya bisa disebut sebagai ujaran kebencian.

Buni Yani Sendiri tidak tinggal diam setelah mendengar keputusan tersebut… Ia langsung mengajukan banding karena merasakan bahwa fakta-fakta yang ada dalam persingan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

“Kami akan mengajukan banding karena fakta-fakta persidangan tadi tidak ada yang sesuai dengan kenyataan.” kata Aldwin Rahardian, pengacara Buni Yani.

Usai keputusan tersebut disuarakan oleh Hakim, tidak dilakukan penahanan terhadap Buni Yani karena sang terdakwa mengajukan banding. “Karena pihak Terdakwa mengajukan banding, maka keputusan hukum yang tadi saya sebutkan belum menjadi keputusan hakim tetap” ujar hakim

Berbeda pendapat terhadap Hakim, Jaksa Penuntut Umum malah menentang vonis ringan yang dijatuhkan pada Buni Yani.

Jadi, menurut kalian hukuman seperti apa yang pantas diterima oleh Buni Yani?

Kesaksian Ahok terhadap fitnah yang dilakukan Buni Yani

Sebelumnya, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok mengaku telah dirugikan oleh Buni Yani. Beliau merasa telah difitnah Oleh Buni Yani. Bahkan, Ahok sampai mendapatkan ancaman pembunuhan karena dianggap telah melakukan penistaan agama.

Kesaksian Ahok terhadap Fitnah yang dilakukan Buni Yani

Hal tersebut diungkapkan Ahok ketika menjadi saksi pada sidang Buni Yani. Jaksa Penuntut umum mencatat kalau ada 13 poin kesaksian ahok yang tertulis pada berita acara pemeriksaan( BAP).

“Saya mengalami banyak kerugian seperti: fitnah dari banyak orang terutama warga DKI Jakarta merasa sangat terancam karena ada yang memberikan teror pembunuhan dengan imbalan sebesar 1 milyar akibat penistaan agama yang saya lakukan” tutur Ahok.

Ahok sendiri mengakui kalau dirinya sempat diminta untuk mundur oleh salah satu partai politik saat mencalonkan diri sebagai gubernur dalam Pilgub DKI JAKARTA

“Pada pelaksaan kampanye, saya juga ditolak di beberapa tempat karena dianggap telakukan melakukan penistaan agama”ujar Ahok.

Ia sama sekali tidak pernah mengatakan hal tersebut seperti yang ditulis oleh Buni Yani,”Bapak Ibu sudah dibohongi oleh surat Al Maidah 51 masuk neraka.”

“Dapat saya jelaskan, bahwa pada kalimat yang ditulis tersebut, sama sekali tidak sesuai dengan apa yang sudah saya sampaikan saat memberikan sambutan pada tempat pelelangan ikan di pulau pramuka.” kata Ahok menjelaskan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Sering ketinggalan berita terbaru hari ini?

Tidak usah khawatir lagi! Sebab Kabar Kita kini hadir untuk memberikan berita terkini dari berbagai bidang kehidupan seperti: politik, kesehatan, kriminal, hingga berita sepak bola terupdate

About Us

Copyright © 2017 Kabarkita.live, All right reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: