Nasional

Hasil Rapat Pleno DPP Partai Golkar di Jakarta

Pada hari selasa, 21 November 2017 kemarin, Partai Golkar mengadakan Rapat Pleno yang berlokasi di Jakarta. Rapat yang dimulai pada pukul 13:30 itu harus ditunda selama 30 menit karena adanya perdebatan yang alot antar anggota.

Hasil Rapat Pleno DPP Partai Golkar rapat alot

Rapat tersebut membahas masalah pergantian ketua umum partai golkar yang saat ini masih dijabat oleh Setya Novanto. rapat tersebut dianggap penting untuk dilakukan mengingat Novanto telah resmi menjadi tahanan KPK terkait kasus korupsi e-KTP yang menimpanya.

“Jalannya rapat pleno sempat terhenti selama 30 menit karena adanya perbedaan pendapat. Terdapat sejumlah anggota partai yang masih mendukung Setyo Novanto agar tidak digantikan ” ujar Agus Gumiwang selaku ketua DPP Golkar.

Para kader partai tersebut meminta agar proses pemilihan ketua umum, baru diadakan setelah Setya Novanto menerima keputusan Hakim dari Sidang praperadilan yang diajukannya.

“Ada yang masih percaya dengan Setya Novanto, ada juga yang meminta agar partai Golkar melakukan tindakan terkait kasus yang menimpanya” ucapnya.

Saat ditanya mengenai jumlah orang yang masih menginginkan Novanto untuk tetap menjabat sebagai ketua umum, Agus memberikan jawaban yang tidak terduga.

“Banyak.. masih banyak kader partai yang percaya kepada bapak Novanto” jawabnya singkat.

Penentuan posisi Pelaksana Tugas(PLT) serta recana Musyawarah Nasional Luar Biasa(Munaslub) juga menjadi bahan perdebatan yang menyebabkan rapat tersebut harus ditunda selama 30 menit.

 

Meski perdebatan yang terjadi alot, Agus tetap mengapresiasi kader Golkar yang ikut serta dalam rapat pleno. Menurutnya kader Golkar telah menunjukkan kapasitasnya sebagai politisi yang mengedepankan kebebasan berpendapat.

Menurut Agus, Debat adalah media terbaik untuk bertukar pikiran dan perbedaan pendapat yang ada merupakan suatu hal yang sangat wajar.

Nurdin Halid, sebagai pemimpin rapat mengatakan ada tiga agenda dalam rapat pleno kali ini, yaitu membahas nasib Setnov sebagai ketua DPR, Kelanjutan Setnov sebagai ketua umum Golkar, dan masalah konsolidasi organisasi.

Sejauh ini, Nurdin mengungkapkan dinamika rapat pleno tetap cenderung aktif sehingga banyak kader partai yang mengusulkan pendapat masing-masing.

Rapat Pleno DPP Partai Golkar Putuskan Setnov Tetap Pimpin Golkar

Hasil Rapat Pleno DPP Partai Golkar1

Berdasarkan hasil dari rapat pleno yang tertunda itu, Golkar secara resmi masih mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum meski dirinya telah ditahan di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nurdin Halid, Ketua Harian Golkar yang memimpin rapat menyatakan memutuskan Sekjen Idrus Marham menjadi pelaksana tugas (plt) ketua umum. Idrus akan mengemban tugas sebagai ketua umum sampai sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto diputuskan oleh majelis hakim.

“Pertama, menyetujui Idrus Marham sebagai plt ketua umum hingga adanya keputusan praperadilan,” kata Nurdin waktu membacakan hasil rapat pleno di kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (21/11).

Hasil yang kedua adalah jika Novanto berhasil memenangkan sidang praperadilan, maka jabatan pelaksan tugas ketua umum dinyatakan berakhir. Dengan kata lain Setnov kembali bertugas sebagai ketua umum dan Idrus kembali sebagai sekjen.

Hasil rapat ketiga yaitu jika praperadilan Setnov ditolak majelis hakim, plt ketua umum bersama dengan ketua harian mengadakan rapat pleno.

Hasil rapat yang keempat adalah Idrus sebagai plt ketua umum harus bersinergi dengan Nurdin Halid selaku ketua harian, bendahara umum serta para koordinator dalam membuat strategi menjalankan kerja-kerja politik.

Rapat Pleno DPP Partai Golkar Putuskan Setnov Tetap Sebagai Ketua DPR

Hasil Rapat Pleno DPP Partai Golkar sebagai ketua DPR

Hasil rapat pleno DPP partai Golkar juga memutuskan, Setya Novanto tetap menjadi sebagai Ketua DPR sampai putusan gugatan praperadilan. Keputusan itu diambil setelah melalui rapat yang berlangsung selama lima jam.

“Posisi Bung Setya Novanto di DPR menunggu hasil praperadilan yang dilakukan bung Setya Novanto,” ucap plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham di Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (21/11/2017).

Idrus menginginkan, keputusan rapat pleno ini bisa memberikan harapan bagi kebangkitan Golkar. Dipercaya Idrus, Golkar dapat menyelesaikan persoalan yang ada dan melakukan akselerasi organisasi.

Berdasarkan Idrus, dirinya memastikan seluruh program kepartaian yang sudah direncanakan sebelumnya akan tetapi dijalankan dibawah kepemimpinannya.

Program kepartaian tersebut meliputi, konsolidasi organisasi rekrutmen calon legislatif sampai pemenangan pilkada “Seluruh jajaran Golkar tetap melakukan kegiatan yang sudah tersedia sebelumnya,” kata Idrus.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Sering ketinggalan berita terbaru hari ini?

Tidak usah khawatir lagi! Sebab Kabar Kita kini hadir untuk memberikan berita terkini dari berbagai bidang kehidupan seperti: politik, kesehatan, kriminal, hingga berita sepak bola terupdate

About Us

Copyright © 2017 Kabarkita.live, All right reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: