Nasional

Proses Tabrakan dan Penangkapan Setya Novanto

Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan di jalan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada hari kamis 16 November kemarin. Sesaat setelah kecelakaan itu terjadi, Novanto langsung dilarikan ke RS Medika Permata Hijau. Pria yang tersangkut kasus korupsi e-KTP ini baru diketahui keberadaannya, setelah menghilang saat dijemput paksa oleh Tim Penyidik KPK di rumahnya yang terletak di jalan Wijaya.

Berdasarkan informasi dari tempat terjadinya kecelakaan, Mobil Fortuner yang menabrak tiang listrik tersebut ditumpangi oleh empat orang. Selain Setya Novanto dan ajudannya, terdapat Reza serta seorang Wartawan Metro TV bernama Hilman Matauch.

Kronologi Tabrakan Yang Dialami Setya Novanto

“Ketua DRP RI Setya Novanto saat ini sedang mengalami kecelakaan sehingga beliau harus dilarikan ke RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan.” kata Pengacaranya, Fredrich Yunadi kepada media.

Tempat kecelakaan Setya Novanto

Mengapa kecelakaan ini bisa terjadi?

Kecelakaan ini terjadi waktu Setya Novanto dalam perjalanan untuk mengunjungi sebuah Stasiun Televisi untuk melakukan wawancara. Karena waktu yang tidak sesuai, mengingat batas waktu untuk memenuhi panggilan KPK maka mau tidak mau Novanto hanya bisa melakukan wawancara melalui sambungan telepon.

Sebelum memenuhi panggilkan KPK, Novanto berencana untuk pergi ke DPD 1 dan meminta untuk diantar. Sayangnya, saat sedang dalam perjalanan, mobil rombongan yang membawa Setya Novanto malah menabrak tiang listrik.” kata Idrus, selaku Sekjen DPP Partai Golkar sambil menirukan ucapan Setya Novanto.

“Mobil Toyoa Fortuner Hitam dengan play B1732 ZLQ melaju dengan sangat cepat dari arah Jalan Permata Berlian menuju Permata Hijau, Jakarta Selatan sampai akhirnya menabrak sebuah tiang listrik PLN pada Kamis(16 November 2017 lalu).”, berdasarkan keterangan soerang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya.

Beberapa lama setelah kecelakaan terjadi, baru diketahui kalau salah satu penumpang Toyota Fortuner itu adalah ketua DPR RI Setya Novanto yang sedang dicari-cari oleh KPK.  Kecelakaan ini diperkirakan terjadi pada pukul 18:36 Waktu Indonesia Bagian baratt.

Mobil Toyota Fortuner yang melaju dengan cepat tersebut kehilangan kendali dan menyerempet sebuah pohon hingga akhirnya naik ke atas trotoar lalu menabrak tiang listrik PLN.

“Kejadian(Pukul) 18.35. Gerimis. Jalanan kemarin agak sepi. Mobilnya melaju kencang, lalu oleng ke kanan dan menabrak,” ucap saksi tersebut.

Berdasarakan keterangan seorang saksi. terdapat tiga orang pria di dalam mobil itu. Beberapa saat setelah kecelakaan, seorang pria keluar dari mobil menuju pintu mobil bagian tengah. Kemudian lelaki tersebut membopong seorang pria lainnya yang mengenakan kemeja berwarna putih dan celana hitam yang diduga adalah Setya Novanto ke sebuah sedan berwarna hitam yang ada di depannya. Mobil tersebut berjarak 10-25 meter dari mobil Fortuner.

Proses Penangkapan Setya Novanto

Setya Novanto yang berada di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dipindahakan ke RSCM Kencana pada Jumat 17 November 2017. Berdasarkan kuasa Hukum tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperketat keamanan perawatan kliennya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan sejak Setnov dirawat di RSCM Kencana pihak KPK selalu menolak orang-orang yang ingin menjenguk kliennya termasuk orang dekat di Partai Golkar atau Anggota DPR. “Semua yang jenguk akan ditolak oleh KPK, termasuk orang partai yang mau jenguk ditolak,” jawabnya kepada wartawan di RSCM Kencana, Jakarta, Minggu (19/11).

KPK memberikan pembataran penahanan terhadap Setnov pada Jumat (17/11) malam.

Pembataran penahanan merupakan penundaan sementara kepada tersangka karena alasan kesehatan. Pembataran penahanan dapat diberikan jika terdapat alasan kesehatn (rawat jalan/rawat inap), diperkuat dengan surat keterangan dokter. Pembataran akan berakhir saat dokter mengganggap tersangka sudah sembuh.

Setya Novanto mengikuti serangkaian tes kesehatan yang dilakukan ikatan dokter Indonesia (IDI) dan dokter RSCM. Tes tersebut meliputi komunikasi verbal, reaksi, pendengaran, tes kejiwaan dan daya ingat.

Setya Novanto dibawa oleh KPK

Dan pada Minggu, 19 November 2017 Direktur Utama RSCM dalam konferensi persnya bersama KPK di RSCM, Jakarta mengungkapkan “Tim dokter RSCM menyatakan tidak ada indikasi lagi untuk rawat inap).

Sebelumnya, Tim dokter RSCM melakukan pemeriksaan dan menilai, Setnov sudah tidak perlu dirawat inap lagi. Hal tersebut merupakan hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan tim dokter RSCM kepada ketua DPR, Setya Novanto.

KPK sendiri terlah menahan Setnov Selama 2 hari terhitung 17 November 2017. Tetapi karena waktu itu Setya Novanto memerlukan perawatan KPK melakukan pembataran penahanan.

Minggu kemarin, KPK menjemput Setya Novanto dan memasukannya ke penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sering ketinggalan berita terbaru hari ini?

Tidak usah khawatir lagi! Sebab Kabar Kita kini hadir untuk memberikan berita terkini dari berbagai bidang kehidupan seperti: politik, kesehatan, kriminal, hingga berita sepak bola terupdate

About Us

Copyright © 2017 Kabarkita.live, All right reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: